Program Makan Siang Gratis Prabowo Dikritik oleh Faisal Basri karena Perencanaan yang Acak-acakan

by -73 Views

Ekonom senior dari Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri mengkritisi program makan siang gratis Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, yang kini unggul sementara dalam perhitungan suara Pilpres 2024. Faisal juga meragukan anggaran Rp 15 ribu per anak yang direncanakan.

“Rp 15 ribu di Jakarta dan Jogja, beda. Beda wilayah, beda harga. Masak mau dipukul rata semua,” kata Faisal di Gedung Tempo, Senin, 4 Maret 2024. “Grand design-nya masih acak-acakan. Masih buram.”

Faisal mengatakan, harga bahan makanan di setiap wilayah bisa berbeda karena ketersediaannya. Misalnya, harga satu butir telur di daerah tanpa peternakan unggas bisa saja lebih mahal ketimbang harga telur sentra peternakan. Musababnya, ada biaya transportasi yang ditanggung untuk mengantar barang tersebut.

Faisal juga menyebut program makan siang gratis ini terkesan sentralistik untuk seluruh Indonesia. Padahal, setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda. Biasanya, di daerah juga ada pangan lokal yang biasa dikonsumsi masyarakat. Di sisi lain, penentuan menu ini juga belum jelas.

“Apakah orang lokal, atau dari nasional?” ucap Faisal. “Misal menunya harus nasional, tahu tempe, kedelainya juga masih impor.”

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah sudah memiliki data terkait jumlah ibu hamil, balita, dan anak-anak sekolah dari TK, SD, dan SMP. Dengan data itu, sudah bisa dihitung anggaran untuk makan siang gratis.

Tak hanya itu, Airlangga juga menyampaikan bahwa anggaran untuk program makan siang gratis ini berkisar Rp 15 ribu per anak. Jumlah ini di luar anggaran untuk program susu gratis.

Menurut penuturan Airlangga, besaran anggaran itu akan diterapkan secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Meski begitu, dia belum bersedia untuk mengungkap secara spesifik wilayah mana saja yang anak mendapat program makan siang dan susu gratis ini.

RIRI RAHAYU | ANDIKA DWI

Pilihan Editor: Polemik Dana BOS untuk Program Makan Siang Gratis, Faisal Basri Sebut Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Tak Bisa Saling Menggantikan