Pelatih Kapten (Purn) Abdullah Haruman

by -31 Views
Pelatih Kapten (Purn) Abdullah Haruman

Salah satu bintara yang sangat memengaruhi saya adalah Haruman. Saya mengenalnya saat beliau masih menjabat sebagai Bintara Peleton di Grup 1 Parako dengan pangkat Serka. Haruman adalah seorang ahli bela diri karate, pelatih senior di PPS Betako Merpati Putih, piawai dalam menembak senapan, dan mahir dalam taktik anti gerilya serta teknik bertempur.

Meskipun kami tidak berada dalam satu kompi, kami satu grup di Grup 1 Parako. Beliau ikut melatih kami para perwira dalam berbagai hal seperti karate, Merpati Putih, dan menembak.

Walaupun secara organik, Beliau tidak pernah berada dalam pasukan saya, baik di peleton atau kompi, namun saat kita ditugaskan sebagai Tim Nanggala 10 dalam operasi di Timor Timur pada tahun 1976, kami sempat melakukan berbagai gerakan bersama.

Saya sering kali menemukan diri saya berdekatan dengan Haruman dalam berbagai gerakan, bahkan kami pernah berada pada posisi paling depan dan menjadi ujung tombak gerak maju pasukan saat aksi tembak-menembak dengan musuh terjadi. Beliau mengajarkan saya teknik tembak gerak dan selalu memberi arahan pada saya untuk mengejar dan menyusulnya.

Haruman adalah sosok yang tenang, berani, dan dapat memberi arahan meskipun kami memiliki pangkat lebih tinggi. Saat perebutan wilayah Lebos, beliau berada pada posisi paling depan dan berhasil merebut senjata musuh serta menonaktifkan musuh tanpa suara di kegelapan malam.

Haruman adalah seorang bintara yang sangat unggul. Saya merasa terdidik dan dilatih oleh seorang bintara bukan hanya dalam latihan, tetapi juga dalam aksi sebenarnya, yaitu dalam operasi. Pengalaman tersebut tidak akan pernah saya lupakan.

Saya menyimpulkan bahwa tentara yang unggul di medan perang biasanya unggul di masa damai, terutama dalam seni bela diri dan menembak. Kedua keterampilan tersebut sangat dasar dan harus dikuasai oleh semua prajurit Angkatan Darat. Untuk menjadi perwira komando yang baik, Anda harus melatih anak buah Anda dalam seni bela diri dan menembak. Jika mereka mahir menembak dan menguasai seni bela diri, mereka akan menjadi tentara yang baik. Keberanian harus diajarkan dan tertanam dalam diri prajurit melalui pelatihan yang realistis. Seni bela diri melatih manusia untuk berani, mampu mengatasi rasa takut, dan menahan rasa sakit.

Sumber: https://prabowosubianto.com/pelatih-kapten-purn-abdullah-haruman/

Source link