Prabowo Merasa Kecewa karena Isu Pertahanan Digunakan sebagai Alat Serang, Menurut Meutya: Hal Ini Disaksikan oleh Dubes

by -38 Views
Prabowo Merasa Kecewa karena Isu Pertahanan Digunakan sebagai Alat Serang, Menurut Meutya: Hal Ini Disaksikan oleh Dubes

Jakarta – Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto mengaku agak kecewa ketika debat ketiga Pilpres 2024 karena isu pertahanan digunakan untuk menyerang. Meutya Hafid, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, menganggap bahwa hal tersebut tidak etis untuk dijadikan materi debat karena disaksikan oleh perwakilan dunia.

“Kemudian ini dijadikan alat untuk menyerang, ini yang tadi beliau sampaikan tidak etis dan tidak elok debat ini disaksikan oleh para duta besar, debat ini disaksikan oleh perwakilan dunia,” ujar Meutya dalam konferensi pers di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (7/1/2024).

Meutya menyatakan bahwa masalah pertahanan bukanlah isu yang kecil, melainkan sangat strategis.

“Isu ini bukan sebuah isu yang kecil, ini sangat strategis, seharusnya negara menjadi satu urusan pertahanan dan luar negeri,” tuturnya.

Menurut Meutya, Prabowo merasa kurang nyaman. Sebab, saat debat isinya seperti menentang pertahanan dalam negeri.

“Makanya beliau menyampaikan bahwa beliau agak kurang nyaman dengan hasil dari debat hari ini yang isinya justru seolah mempertentangkan pertahanan di dalam negeri,” kata dia.

Seperti yang diketahui, Prabowo Subianto menyampaikan kekecewaannya usai debat ketiga pilpres 2024. Dirinya merasa kecewa atas narasi yang disampaikan kedua capres lainnya saat debat berlangsung.

“Tadi, boleh saya komentar sedikit, saya agak-agak sedikit kecewa dengan kualitas, terutama narasi yang disampaikan oleh paslon-paslon yang lain,” kata Prabowo dalam konferensi pers di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1).

Prabowo menjelaskan alasan pertama ia kecewa disebabkan data yang disampaikan kedua paslon banyak yang keliru. Selanjutnya, Prabowo memandang narasi yang digunakan kedua capres lain tidak mencerminkan seorang negarawan.

“Pertahanan adalah sakral. Dan tadi kalau tidak salah ada paslon yang mengatakan untuk pertahanan tidak ada rahasia. Saya kira ini sangat lucu, ini sangat tidak pantas bagi seorang pemimpin,” katanya.

Lebih lanjut, dia menyebut bahwa di balik 2 paslon lainnya juga ada partai pengusung yang berada di komisi I DPR. Para partai tersebut telah menyetujui anggaran pertahanan dalam komisi I DPR tapi malah mempertanyakan.

“D an yang aneh adalah baik paslon 1. Partai-partai pengusungnya kan PKB, NasDem dan PKS. Kemudian pengusung untuk paslon 3 adalah PDIP dan PPP. Mereka semuanya ada dalam komisi I DPR,” ujar dia.