Menlu Mempastikan Indonesia Menjadi Pemain Utama di Kawasan, Bukan Penonton

by -31 Views
Menlu Mempastikan Indonesia Menjadi Pemain Utama di Kawasan, Bukan Penonton

Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Lestari Priansari Marsudi menegaskan bahwa diplomasi Indonesia selama hampir 10 tahun terakhir menunjukkan bahwa Indonesia adalah salah satu pemain utama di kawasan dan global, bukan sebagai penonton. Retno mengutip laporan lembaga pemikir independen berbasis di Australia, Lowy Institute, yang menyebut Indonesia sebagai negara dengan pengaruh dan kekuasaan diplomatis yang semakin meningkat, sehingga disebut sebagai “middle power” di Asia. Dia juga menyebut bahwa Indonesia memiliki pengaruh tertinggi di Asia Tenggara pada tahun 2023.

Menurut Retno, diplomasi Indonesia memiliki peran yang penting dalam mencegah balkanisasi ASEAN dan menjaga relevansi serta sentralitas ASEAN dalam menghadapi dinamika geopolitik di kawasan. Diplomasi Indonesia juga berfungsi untuk membangun arsitektur kawasan Indo-Pasifik yang inklusif, dengan memajukan paradigma kolaborasi dan penghormatan terhadap hukum internasional.

Indonesia juga menjadi inisiator Pandangan ASEAN terhadap Indo-Pasifik (AOIP) pada tahun 2019, yang mendorong kerja sama konkret dan inklusif sebagai jawaban atas dinamika meningkatnya rivalitas di kawasan tersebut. Selama keketuaan Indonesia dalam ASEAN, lebih dari 265 kegiatan telah dilakukan dengan pihak-pihak terkait Myanmar untuk mendorong kemajuan implementasi Konsensus Lima Poin, demi membantu Myanmar keluar dari krisis.

Di tingkat multilateral, Indonesia terus mendukung penguatan sistem multilateral, termasuk reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Indonesia juga terus meningkatkan jumlah pasukan penjaga perdamaian, menjadi kontributor keenam terbesar pasukan penjaga perdamaian pada akhir November 2023, yang merupakan peningkatan yang signifikan dibanding tahun 2014.

Menurut Retno, diplomasi Indonesia telah memainkan peran penting dalam menciptakan stabilitas dan perdamaian di kawasan, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama di kawasan, bukan sebagai penonton.