Prabowo Mengungkap Keterikatan Emosionalnya dengan Aceh

by -24 Views
Prabowo Mengungkap Keterikatan Emosionalnya dengan Aceh

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengungkapkan hubungan emosional antara dirinya dengan Aceh dan rakyatnya. Salah satu fakta menarik yang diungkapkan adalah bahwa ayahnya, Soemitro Djojohadikoesoemo, merupakan perintis Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala. Prabowo merasa bangga dengan kontribusi ayahnya dalam memberikan kuliah kepada mahasiswa di Aceh.

Prabowo menyatakan bahwa dia memiliki hubungan emosional dengan rakyat Aceh karena kedekatan ayahnya dengan tokoh-tokoh Aceh dan peran ayahnya dalam merintis pendirian Fakultas Ekonomi Syiah Kuala. Ayahnya bahkan pernah menjadi dosen terbang dan merasa bangga karena dapat memberikan kuliah di Aceh.

Selain itu, Prof. Soemitro juga bergabung dengan rakyat Aceh dalam masa-masa sulit, terutama ketika terjadi pergolakan di tahun 1950-an. Prabowo menyampaikan bahwa orang tuanya berjuang bersama tokoh-tokoh Aceh dan rakyat Aceh dalam masa-masa sulit tersebut.

Prabowo juga menyebutkan bahwa hubungannya dengan Aceh tidak berhenti di situ, karena dia terus menerus menjalin hubungan yang baik dengan tokoh-tokoh dari Partai Aceh. Dia juga menyinggung rekonsiliasi langka antara dirinya dan Muzakir Manaf, yang dulunya merupakan Panglima Gerakan Aceh Merdeka. Menurut Prabowo, rekonsiliasi tersebut adalah kejadian langka dan di luar pemikiran banyak orang.

Dengan kedekatan emosional dan rekonsiliasi yang telah terjadi, Prabowo menganggap itu sebagai bukti bahwa persatuan menjadi bagian yang penting bagi negeri ini. Dia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada rakyat Aceh yang telah memberikan dukungan besar saat dirinya berjuang dalam pilpres sebelumnya.

Prabowo berkomitmen untuk membalas setiap kebaikan rakyat Aceh yang telah mendukungnya. Dia menegaskan bahwa dirinya akan membantu rakyat Aceh melalui pembangunan politeknik unggulan di Aceh. Prabowo telah merencanakan dan menyediakan anggaran untuk membangun politeknik unggulan di Aceh.