Bank Dunia Meningkatkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI dengan Dua Faktor Penting sebagai Pendorong

by -33 Views

Bank Dunia meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2024. Berdasarkan proyeksi terbaru Bank Dunia, ekonomi Indonesia diprediksi akan tumbuh 5 persen, naik dari proyeksi sebelumnya sebesar 4,9 persen.

Menurut ekonom senior Bank Dunia, Wael Mansour, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini diproyeksikan bertumbuh karena peningkatan konsumsi masyarakat dan investasi, meskipun akan dihadapi hambatan dari kondisi perdagangan yang memburuk.

Bank Dunia juga merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2025 menjadi 5,1 persen dari sebelumnya 4,9 persen, dan untuk tahun 2026 menjadi 5,1 persen dari proyeksi sebelumnya sebesar 5 persen.

Dalam laporan terbarunya, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata mencapai 5,1 persen selama periode 2024-2026, didukung oleh peningkatan konsumsi masyarakat.

Konsumsi diprediksi akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi, didukung oleh program belanja sosial baru dari pemerintahan mendatang. Dengan peningkatan belanja sosial dan investasi publik, defisit fiskal diperkirakan akan meningkat namun tetap dalam batas 3 persen.

Eksternal diprediksi akan tetap penuh tantangan karena pemulihan perdagangan yang lambat dan globalisasi pembiayaan. Defisit transaksi berjalan juga diperkirakan akan melebar secara bertahap, mencapai 1,6 persen PDB pada tahun 2026, karena harga komoditas yang lebih rendah dan ketidakpastian global yang menghambat ekspor.

Namun, proyeksi ini juga memiliki risiko penurunan, seperti suku bunga yang tinggi yang dapat membebani biaya pinjaman dan mempersulit akses pembiayaan eksternal. Guncangan eksternal seperti konflik bersenjata atau ketidakpastian geopolitik juga dapat mempengaruhi nilai tukar perdagangan dan pendapatan fiskal.

Meskipun begitu, sikap fiskal diperkirakan akan semakin longgar dengan peningkatan belanja sosial, namun peningkatan pembayaran utang dapat berdampak pada belanja pembangunan utama.