Dortmund Mengandalkan Pertahanan Kokoh dan Serangan Kilat untuk Menghadapi Madrid di Final Liga Champions

by -46 Views
Dortmund Mengandalkan Pertahanan Kokoh dan Serangan Kilat untuk Menghadapi Madrid di Final Liga Champions

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN – Borussia Dortmund jelas tidak diunggulkan di final Liga Champions melawan juara 14 kali Real Madrid. Namun penampilan mengejutkan wakil Jerman di Eropa pada musim ini sangat kontras dengan kiprah mereka di kompetisi domestik.

Dortmund yang dilatih oleh Edin Terzic mengincar gelar Liga Champion kedua mereka setelah mengangkat si Kuping Besar pada 1997. Namun di sisi lain, Die Borussen hanya finis di peringkat lima Bundesliga. Uniknya, mereka jauh lebih konsisten di Eropa meskipun memiliki penguasaan bola 10 persen lebih sedikit di Liga Champions dibandingkan di Bundesliga.

Dortmund mencatatkan enam clean sheet dalam 12 pertandingan Liga Champions musim ini, dengan mengandalkan lini pertahanan yang kuat dan serangan balik cepat. Clean sheet ini termasuk pada kedua leg semifinal melawan Paris Saint-Germain dengan Dortmund menang agregat 2-0.

Terzic telah membentuk timnya di Eropa dengan, terkadang, lima pemain bertahan, memberikan lini belakang yang solid sebagai fondasi permainan mereka. Bek tengah Mats Hummels dan Nico Schlotterbeck tampil spektakuler dalam beberapa bulan terakhir dan yang terakhir masuk dalam skuad Jerman untuk Euro 2024. Hal tersebut akan menjadi kunci bagi Dortmund, bersama dengan transisi cepat yang diberikan oleh pemain sayap cepat, Jadon Sancho dan Karim Adeyemi, yang akan mencoba untuk meregangkan pertahanan Real.

Kecepatan mereka di sayap akan sangat penting dalam serangan balik Dortmund, karena mereka tahu bahwa Real akan memiliki penguasaan bola yang lebih besar dan Jerman akan menunggu untuk menghukum melalui serangan balik. Terzic berharap Adeyemi dan Sancho dapat membuka ruang bagi sang penyerang tengah, Niclas Fuellkrug, penyerang terbaik Dortmund di kompetisi musim ini dengan tiga gol.

Namun, peran Fuellkrug tidak hanya mencetak gol. Penyerang Jerman bertubuh kekar ini sering menarik lawan dan memberi kesempatan bagi rekan setimnya menerobos. Tidak mengherankan jika 12 pemain Dortmund yang berbeda telah mencetak setidaknya satu gol di Liga Champions musim ini.

“Saya mengatakan ‘jangan bermain dalam kesempatan, bermainlah dalam pertandingan’,” kata Terzic. “Tujuan saya bukan untuk mencoba hal-hal baru atau melatih secara berlebihan. Tetapi untuk menggunakan pengalaman yang kami buat musim ini dan mengatakan pengalaman mana yang cocok dengan permainan ini.”

“Untuk susunan pemain, kami masih memiliki beberapa sesi latihan untuk melihat siapa yang akan membuktikan diri. Tapi kami tahu bahwa pergantian pemain kami bisa memberikan pengaruh,” katanya.

Di antara mereka yang kemungkinan besar akan berada di bangku cadangan tetapi diharapkan untuk tampil adalah pemain veteran Marco Reus.

“Tidak akan cukup baik memiliki susunan pemain inti dan berharap mereka melakukan semua tugasnya. Dalam pertandingan ini, kami harus mengandalkan semua kualitas dari seluruh skuad,” kata Terzic.