Indikator Politik Ungkap Alasan Prabowo Subianto-Gibran Unggul Telak di Pilpres: Pemilih Muda

by -34 Views
Indikator Politik Ungkap Alasan Prabowo Subianto-Gibran Unggul Telak di Pilpres: Pemilih Muda

Jakarta – Indikator telah merilis penelitian dari hasil exit poll Pilpres 2024 pada hari Rabu (21/2) yang menemukan alasan mengapa pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul secara signifikan dalam kontestasi lima tahunan tersebut.

Peneliti utama dari Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi menjelaskan bahwa anggapan bahwa pemilih generasi muda memiliki kemungkinan yang kecil untuk menggunakan hak pilihnya adalah salah. Indikator menemukan bahwa generasi muda yang menggunakan hak pilihnya pada tanggal 14 Februari justru melebihi proporsi nasional.

“Terbukti bahwa dari generasi Z yang menggunakan hak pilihnya dalam sampel kami sebesar 23%. Sementara proporsi nasionalnya adalah 22%. Hal ini menunjukkan bahwa asumsi bahwa generasi muda cenderung golput adalah tidak benar. Faktanya, dari responden yang kami wawancarai dalam exit poll ini, persentasenya lebih besar daripada proporsi nasional. Bahkan jika kami jumlahkan, sebesar 58,7% (total generasi Z dan milenial),” jelas Burhanuddin.

Menurut Burhan, faktor ini menjadi salah satu alasan mengapa Prabowo-Gibran unggul secara signifikan. Burhanuddin menyatakan bahwa pendukung pasangan tersebut hadir di TPS, terutama dari kalangan usia muda. Semakin muda pemilih, semakin besar kemungkinan memilih Pak Prabowo. Dan ternyata generasi Z dan milenial dalam jumlah yang lebih besar dari proporsi nasional telah menggunakan hak pilihnya pada tanggal 14 Februari kemarin.

“Kami memiliki bukti mengapa Pak Prabowo unggul secara signifikan, salah satunya karena basis pendukungnya dari kelompok muda memiliki tingkat partisipasi yang lebih tinggi. Golput justru banyak berasal dari pendidikan kelas menengah bawah,” lanjutnya.

Exit poll Indikator Politik ini dilakukan di 3.000 TPS yang tersebar di setiap daerah pemilihan. Sampel dipilih dengan metode stratified two-stage random sampling, di mana terdapat 2.975 responden yang diwawancarai.

Tingkat toleransi kesalahan atau margin of error adalah +/- 1,8% pada tingkat kepercayaan 95%.

Exit poll sendiri adalah metode untuk mengetahui opini publik yang dilakukan sesaat setelah seseorang keluar dari bilik suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Umumnya, pertanyaan yang diajukan tidak terlalu banyak namun salah satu informasi yang diungkap dalam exit poll adalah alasan memilih sehingga distribusi suara pemilih dapat dipahami secara lebih mendalam. (SENOPATI)

Source link