Kekurangan Jumlah Guru Agama Islam Masih Terjadi, Universitas Terbuka Menyelenggarakan Program Studi Pendidikan Agama Islam

by -34 Views
Kekurangan Jumlah Guru Agama Islam Masih Terjadi, Universitas Terbuka Menyelenggarakan Program Studi Pendidikan Agama Islam

Sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), Universitas Terbuka (UT) memiliki keleluasaan untuk membuka program studi (prodi) baru. Salah satu prodi baru yang diluncurkan pada awal 2024 adalah Sarjana (S1) Pendidikan Agama Islam (PAI). Salah satu pertimbangan untuk membuka prodi S1 PAI adalah minimnya sebaran guru agama Islam di daerah-daerah.

Peresmian pembukaan prodi S1 PAI dilaksanakan di kampus UT di Pondok Cabe, Tangerang Selatan pada Selasa (16/1). Wakil Rektor III UT Prof Paken Pandiangan mengatakan ada tiga pertimbangan utama pembukaan Prodi S1 PAI tersebut.

“Pertama, UT ingin berpartisipasi dalam memenuhi animo pasar akan tingginya kebutuhan guru PAI,” katanya.

Animo atau permintaan masyarakat itu cukup tinggi, baik sebagai guru agama Islam di sekolah umum maupun di madrasah. Selain itu, Paken mengatakan mereka ingin berkontribusi dalam mengatasi minimnya pendidik agama Islam. Khususnya pendidik agama Islam yang mampu mengembangkan bidang ilmunya, sekaligus mampu memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan syi’ar ilmu Agama Islam.

Sebagai kampus terbuka dan jarak jauh, kebutuhan guru agama Islam di pelosok-pelosok tanah air bisa dipenuhi. “Kami juga ingin memberikan peluang bagi alumni madrasah dan pondok pesantren,” katanya.

Lebih lanjut Paken menuturkan, Prodi S1 PAI memiliki empat profil lulusan. Yaitu lulusan sebagai pendidik atau praktisi PAI, pembantu peneliti atau pengkaji bidang Agama Islam, edupreneur di bidang PAI, dan penggiat pembelajar sepanjang hayat.

Ditinjau dari keunikan dan keunggulannya, Prodi S1 PAI memiliki kajian capaian pembelajarannya. Yaitu lulusan yang mampu menunjukkan sikap positif terhadap kemandirian dalam belajar dan pendidikan sepanjang hayat.

Kemudian lulusan yang mampu menerapkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran. Berikutnya capaian pembelajaran yang mampu menerapkan keterampilan literasi informasi, serta mampu mengembangkan media, alat, dan bahan ajar pembelajaran.

Selain membuka prodi S1 PAI, pada kesempatan yang sama UT juga mengumumkan pembukaan Magister Pendidikan Anak Usia Dini. Paken mengatakan pembukaan program Magister Pendidikan Anak Usia Dini itu, diantaranya berawal dari permintaan lulusan program Sarjana Pendidikan Anak Usia Dini di UT. Mereka mengharapkan UT segera membuka program S2 Pendidikan Anak Usia Dini.