Budiman Sudjatmiko: Ingin Keadilan Tanpa Mengoreksi Ketimpangan Itu Sama dengan Omon-Omon

by -42 Views
Budiman Sudjatmiko: Ingin Keadilan Tanpa Mengoreksi Ketimpangan Itu Sama dengan Omon-Omon

Jakarta – Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN), Budiman Sudjatmiko, menganggap penampilan Prabowo Subianto dalam dialog Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) beberapa waktu lalu, menunjukkan konsistensinya dalam upaya untuk memperbaiki ketimpangan yang ada di Indonesia.

Budiman melihat pendapat yang disampaikan Prabowo lebih dari sekadar mengusulkan wacana pembangunan keadilan belaka. Menurutnya, Prabowo berfokus pada upaya konkret untuk memperbaiki ketimpangan.

“Membangun keadilan tanpa langkah konkret hanya retorika yang penuh dengan etika. Sementara mengoreksi ketimpangan, harus dilakukan dengan langkah-langkah logis dan rasional. Ingin keadilan tanpa mengoreksi ketimpangan itu tidak mungkin, itu sama dengan ‘omon-omon’,” kata Budiman kepada wartawan di Jakarta, Minggu (14/1).

Budiman mencontohkan program hilirisasi sebagai salah satu langkah logis dan rasional yang terus didorong oleh Prabowo. Menurutnya, hilirisasi bisa menjadi ‘solusi tengah’ yang efektif untuk memperbaiki ketimpangan tersebut.

“Dalam hal industri ekstraktif dan hilirisasi, beliau paham akar masalahnya. Ketimpangan nilai tambah antara pebisnis bahan mentah dan manfaat yang diterima masyarakat di sekitar area pertambangan adalah sesuatu yang nyata terjadi,” tuturnya.

“Dengan hilirisasi, pebisnis bahan mentah tidak lagi seenaknya hanya menggali, menjual, dan mengirim. Masyarakat juga bisa mendapatkan lapangan pekerjaan dan manfaat ekonomi lainnya berkat hilirisasi, karena bahan tersebut diproses terlebih dahulu,” lanjut Budiman.

Bahkan manfaatnya akan lebih besar lagi jika hilirisasi nantinya diikuti dengan industrialisasi.

“Jika hilirisasi kemudian dilanjutkan dengan industrialisasi skala penuh, maka akan menghasilkan produk-produk yang bernilai tinggi. Ini akan membantu masyarakat lebih banyak lagi, meningkatkan jumlah lapangan pekerjaan, dan standar kehidupan yang lebih tinggi,” tuturnya.

Usaha memperbaiki ketimpangan melalui hilirisasi ini, menurut Budiman, adalah bukti bahwa Prabowo adalah seorang pemimpin yang strategis dan visioner.

“Pak Prabowo adalah tipe pemimpin strategis dan visioner yang selalu memiliki pemikiran dan tindakan yang jangka panjang. Bukan pemimpin yang bermodal populisme dan hanya menawarkan janji-janji jangka pendek,” tegas Budiman.

“Dia bukanlah tipe pemimpin yang hanya pandai menggunakan kata-kata, sekadar retorika ‘omon-omon’,” pungkasnya. (SENOPATI)

Source link