Pejuang Nasional Sultan Hasanuddin – prabowo2024.net

by -38 Views
Pejuang Nasional Sultan Hasanuddin – prabowo2024.net

Dalam perjalanan bertahun-tahun, kita sering lupa akan kisah-kisah para pendahulu kita. Terkadang kita bahkan lupa akan sejarah dan jati diri kita sendiri.

Dari wilayah Timur Indonesia, dikenallah sosok Sultan Hasanuddin. Dia lahir di Makassar pada tahun 1631 sebagai putra kedua dari Sultan Malikussaid. Belanda bahkan memberinya julukan De Haantjes van Het Osten yang berarti Ayam Jantan dari Timur karena keberaniannya.

Sejak kecil, jiwa kepemimpinannya sudah terlihat. Dia cerdas dan pandai berdagang, serta memiliki jaringan dagang yang luas. Ayahnya sering membawanya ke pertemuan penting dengan harapan agar dia bisa belajar diplomasi dan strategi perang. Dia bahkan beberapa kali dipercaya menjadi delegasi untuk mengirimkan pesan ke berbagai kerajaan.

Ketika berusia 21 tahun, Hasanuddin diamanatkan jabatan urusan pertahanan Gowa. Setelah menjadi Raja, dia membuat Belanda atau VOC kesulitan karena menolak monopoli perdagangan oleh VOC.

Selama masa jabatannya, Sultan Hasanuddin berhasil menggagalkan rencana Belanda untuk menguasai Kerajaan Islam Gowa. Dia juga berhasil menyatukan kerajaan-kerajaan kecil untuk memerangi penjajah. Belanda memang ingin memonopoli perdagangan di wilayah Timur Indonesia, tapi Sultan Hasanuddin tetap memegang teguh prinsip bahwa hasil bumi dan lautan harus digunakan untuk mensejahterakan rakyat.

Di masa jabatannya, Kerajaan Gowa menjadi pusat perdagangan Nusantara dan internasional. Belanda tertarik untuk merebut kekuasaan kerajaan Islam ini sehingga terjadi perseteruan antara Sultan Hasanuddin dan Belanda beserta pasukannya. Perseteruan itu akhirnya berujung pada perjanjian Bongaya pada tahun 1667 yang merugikan pihak Sultan Hasanuddin dan rakyatnya.

Perjanjian tersebut memaksa Gowa-Tallo untuk menerima hak monopoli perdagangan di wilayah Timur, mengusir bangsa Barat lain kecuali Belanda, dan membayar denda perang. Sultan Hasanuddin kemudian melakukan perlawanan tapi tidak berhasil, dan VOC tetap mendominasi wilayah Makassar. Gowa-Tallo akhirnya runtuh setelah kematian Sultan Hasanuddin pada tahun 1670.

Sumber: https://prabowosubianto.com/pejuang-nasional-sultan-hasanuddin/

Source link