Mengatasi Kesenjangan Sosial adalah Tanggung Jawab Bersama: Wawasan dari Jonan

by -33 Views
Mengatasi Kesenjangan Sosial adalah Tanggung Jawab Bersama: Wawasan dari Jonan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Mantan Menteri Perhubungan dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyatakan, mengatasi kesenjangan sosial merupakan tanggung jawab bersama.

“Jadi ini lintas agama apapun, kepercayaan apapun, saya pikir mengurusi kesenjangan sosial adalah tanggung jawab bersama,” ujar Jonan seusai mengikuti Misa Natal di Gereja Katedral Jakarta, Senin (25/12/2023).

Pernyataan Jonan tersebut menanggapi pesan Misa Natal yang disampaikan Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo. Kardinal menyampaikan masyarakat harus bersama-sama dengan pemerintah turut berupaya dalam menurunkan angka stunting (tengkes), mengurangi emisi karbon, hingga menekan waste food (makanan yang terbuang).

Jonan mengatakan mustahil untuk bisa menciptakan atau mewujudkan sesuatu yang besar, sementara di saat yang bersamaan banyak pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan. “Tidak mungkin bisa membangun sesuatu yang hebat di tengah lingkungan yang sedang berkekurangan,” kata Jonan.

Maka dari itu, kata dia, masyarakat, khususnya umat Katolik, harus memiliki sikap tanggung jawab bersama dan kepedulian bela rasa. Momentum Natal 2023 ini harus dijadikan refleksi dan mewujudkan kepedulian-kepedulian sebagai manusia.

“Harapannya, ya, itu seperti tadi yang disampaikan oleh Bapak Kardinal di dalam kebaktian bahwa sebaiknya kita juga memiliki tanggung jawab bersama untuk mengurangi kesenjangan sosial di dalam lingkungan masing-masing,” kata dia.

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengajak umat Kristiani untuk terus menebarkan nilai-nilai kebaikan tanpa mengenal batas pada perayaan Natal 2023.

“Di tengah kegembiraan ini, saya mengajak seluruh umat Kristiani untuk terus menebarkan nilai-nilai kebaikan tanpa mengenal batas maupun balutan beragam identitas,” kata Menag.

Ia menyampaikan, tema perayaan Natal 2023, “Kemuliaan Bagi Allah dan Damai Sejahtera di Bumi”, memuat pesan bahwa hidup yang damai, rukun, dan tentram tidak hanya berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga hubungan antarsesama manusia dan hubungan manusia dengan alam semesta.

sumber : ANTARA