Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkap potensi negara mengalami kerugian hingga Rp1.000 triliun pada akhir tahun 2025 akibat keberadaan judi online. Data
Tag: pelanggaran
Komdigi Blokir Enam Grup Facebook, Termasuk ‘Fantasi Sedarah’ – Berita Terbaru Tentang Pemblokiran Grup di Facebook
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah mengumumkan bahwa mereka telah memutus akses atau memblokir enam grup Facebook, termasuk grup ‘Fantasi Sedarah’. Langkah
Mobil Edukasi Kampanyekan Bahaya Judi Online di 30 Kota
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bermitra dengan GoTo dalam meluncurkan kampanye nasional #JudiPastiRugi yang berbentuk mobil edukasi yang akan mengunjungi 30 kota
Komdigi Menyegel Worldcoin dan World ID Viral di Bekasi
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah memutuskan untuk membekukan sementara operasi layanan Worldcoin dan WorldID karena kontroversi yang muncul terkait dengan tawaran
Denda Uni Eropa terhadap Apple dan Meta Memicu Kontroversi di AS
Uni Eropa telah menimpakan denda besar kepada dua perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, yaitu Apple dan Meta. Denda sebesar 500 juta Euro
Cara Mengembalikan Akun WhatsApp yang Diblokir
Akun WhatsApp yang melanggar ketentuan dari Meta dapat diblokir dan tidak dapat digunakan. Ketika akun diblokir, pesan yang akan muncul adalah “This
Penipuan AI Meningkat: Google Blokir 5 Miliar Iklan by 2024
Google mengambil langkah tegas dengan memblokir hampir 5,1 miliar iklan dan menangguhkan lebih dari 39,2 juta akun pengiklan pada tahun 2024. Laporan
Strategi Menghapus Konten Berbahaya di Instagram-Facebook
Meta, induk perusahaan media sosial Instagram dan Facebook, secara terbuka mengakui bahwa mereka terus memantau dan menyaring sejumlah konten berbahaya di platform
Iran Gunakan Drone Deteksi Perempuan Tanpa Hijab: Kontroversial atau Tepat?
Iran semakin bergantung pada teknologi untuk menegakkan aturan wajib hijab bagi perempuan, dengan penggunaan drone, sistem pengenalan wajah, dan aplikasi pelaporan sebagai
Dapat Izin Pengadilan: Bos Telegram Kembali ke Dubai
CEO Telegram, Pavel Durov, telah kembali ke Dubai, Uni Emirat Arab, setelah menghadapi berbagai dakwaan di Prancis. Durov senang bisa kembali ke








