Uni Eropa tengah mempertimbangkan untuk mengurangi target emisi armada setelah tahun 2035, tetapi komitmen terhadap mobil listrik tetap kuat. Melalui “Paket Otomotif” baru, Uni Eropa mengusulkan kategori kendaraan listrik kecil baru yang disebut “M1E”. Mobil yang termasuk dalam kelas ini harus memiliki panjang maksimum 4,2 meter dan sepenuhnya bertenaga listrik, serta dirakit di salah satu negara UE.
Produsen mobil akan didorong untuk mengembangkan kendaraan listrik kecil melalui “kredit super”, yang memberikan keuntungan 30% terhadap target emisi CO2. Dengan ini, Uni Eropa berharap meningkatkan produksi mobil listrik kecil yang terjangkau dan membantu melindungi lapangan pekerjaan lokal.
Kategori “M1E” juga akan mempermudah negara-negara anggota UE untuk memberikan insentif kepada mobil listrik kecil melalui subsid, keringanan pajak, dan potongan harga. Sejumlah produsen seperti Renault, Volkswagen Group, dan Stellantis telah merilis model yang memenuhi syarat kelas “M1E”.
Selain manfaat lingkungan, pembentukan kategori ini juga diharapkan dapat membantu produsen mobil untuk menjual kendaraan bermesin pembakaran lebih lama dengan imbalan kredit emisi. Selain itu, Uni Eropa terus menggalakkan transisi ke mobil listrik dengan target hingga 90% reduksi emisi CO2 pada tahun 2035 yang harus dicapai produsen mobil.
Meskipun adopsi mobil listrik terus meningkat, masih ada langkah yang harus diambil. Namun, inisiatif seperti kategori “M1E” menandai langkah yang positif menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dalam industri otomotif.





