Iskandar Sitorus, Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), menekankan pentingnya tata kelola program Swasembada Energi di Papua yang transparan, berbasis audit lingkungan, dan bebas dari kepentingan korporasi. Beliau menegaskan bahwa negara perlu menjaga kemandirian energi dengan mematuhi regulasi yang berlaku. Proses pengembangan komoditas seperti sawit, singkong, dan tebu sebagai bahan baku energi terbarukan di Papua harus sesuai dengan AMDAL, RKL-RPL, dan hasil audit lingkungan yang independen. Iskandar juga menyoroti pentingnya sertifikasi ISPO sebagai kontrol negara, bukan hanya sebagai formalitas administratif korporasi. Selain itu, beliau mengkritik narasi politis “Sumateranisasi Papua” dan menyampaikan perlunya manfaat ekonomi dari program swasembada energi dirasakan oleh masyarakat lokal. Terkait penerapan biodiesel B50, Iskandar menekankan pengawasan anggaran dan rantai pasok yang transparan. Beliau juga memperingatkan tentang adanya buzzer perusak hutan yang harus diwaspadai serta menegaskan pentingnya transparansi dan audit independen dalam menjaga kepercayaan publik terhadap program swasembada energi.
Swasembada Energi Papua: Audit Lingkungan & Lawan Buzzer Hutan





