Ingat! Jangan Bangun di Atas Sesar Aktif di RI, Rawan Gempa

by

Pakar telah mengingatkan bahwa membangun infrastruktur di atas sesar aktif yang bisa memicu gempa bumi dahsyat memiliki risiko yang tinggi. Hal ini sangat penting untuk meminimalkan jumlah korban jiwa akibat gempa yang sering melanda Indonesia. Menurut Guru Besar Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, Masyhur Irsyam, Indonesia terletak di titik pertemuan empat lempeng tektonik aktif, yaitu Lempeng Asia, Australia, Pasifik, dan Filipina, menjadikan negara ini sangat rentan terhadap gempa bumi.

Mengingat ketidakdapatan untuk memprediksi gempa, strategi terbaik untuk mengurangi risiko korban jiwa adalah dengan menghindari pembangunan di atas sesar aktif. Selain itu, tidak boleh menantang potensi tsunami, longsoran besar, dan risiko likuefaksi terkait dengan daerah berpasir yang jenuh air. Setelah menghindari bahaya utama ini, baru kemudian konstruksi bangunan dapat dirancang agar tahan terhadap guncangan.

Para pakar juga menegaskan pentingnya menerapkan konstruksi sesuai standar, melakukan pengawasan ketat, dan memberikan edukasi kepada masyarakat dalam upaya meminimalkan kerusakan fatal akibat gempa. Dalam desain bangunan tahan gempa, perlu diakui bahwa beban lateral dari gempa jauh lebih besar daripada beban angin atau beban lateral lainnya, sehingga desain harus memperhitungkan hal ini dengan baik. Dengan konsep yang sesuai dengan standar khususnya yang diatur dalam SNI 1726:2019, diharapkan bangunan dapat tetap bertahan meskipun mengalami deformasi akibat gempa yang kuat.

Source link