CEO SoftBank, Masayoshi Son, menyoroti kemungkinan kecerdasan buatan (AI) yang canggih dapat membuat manusia seperti ikan. Pernyataan tersebut muncul setelah pertemuan Son dengan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, untuk membahas potensi negara tersebut sebagai pusat AI. Son menyatakan bahwa perbedaan otak manusia dan ikan mas dalam pot mencapai 10.000 kali lipat, namun ketika berhadapan dengan AI, manusia akan menjadi seperti ikan sementara AI akan menjadi seperti manusia. Ia melanjutkan dengan menyebut bahwa AI akan 10.000 kali lebih pintar daripada manusia.
Son menjelaskan bahwa hubungan antara manusia dan AI yang super cerdas (ASI) mirip dengan hubungan manusia dan hewan peliharaan, tetapi tanpa keperluan untuk saling memakan karena ASI tidak mengonsumsi protein. Meskipun ASI digambarkan sebagai skenario hipotesis ketika AI melampaui manusia, ilmuwan meyakini bahwa langkah pertama yang perlu dicapai adalah kecerdasan umum buatan (AGI) yang bisa mengungguli manusia dalam banyak tugas, mungkin akan terwujud dalam satu dekade.
Korea Selatan berambisi menjadi pusat AI dan bersaing dengan Amerika Serikat dan Tiongkok di bidang kecerdasan buatan. Untuk mendukung ambisinya, pemerintah Korea Selatan berencana untuk meningkatkan pengeluaran untuk AI pada tahun berikutnya. Selain itu, Korea Selatan juga akan bermitra dengan Arm, unit desain semikonduktor SoftBank di Inggris, untuk melatih 1.400 profesional chip, dengan harapan ini akan memperkuat industri semikonduktor Korea Selatan. Menanggapi hal ini, Presiden Lee mengajukan pertanyaan apakah ASI bisa memenangkan Hadiah Nobel Sastra, yang menjadi perhatian khusus setelah penulis Korsel Han Kang memenangkannya pada tahun sebelumnya. Meskipun masih dianggap jauh, ASI tetap menjadi topik pembicaraan yang menarik di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan.



