Desember merupakan bulan yang penuh dengan fenomena langit menarik yang dapat dinikmati dengan mata telanjang atau bantuan alat seperti teropong atau teleskop. Untuk bisa menyaksikan fenomena ini secara langsung, kondisi langit yang cerah dan bebas dari awan tebal serta polusi cahaya perkotaan sangat diperlukan. Bulan Purnama Desember, yang dikenal dengan nama tradisional Cold Moon karena dimulainya musim dingin di Belahan Bumi Utara, akan menjadi Supermoon ketiga berturut-turut sejak Oktober. Selain itu, pada 5 Desember juga akan terjadi fenomena Super Cold Moon yang membuat Bulan terlihat lebih besar dan lebih terang dari biasanya.
Hujan meteor Geminid juga akan menjadi salah satu sorotan penting Desember ini, dengan puncaknya terjadi pada 14-15 Desember. Fenomena langit ini terkenal sebagai hujan meteor paling spektakuler sepanjang tahun, dimana dapat menghasilkan pemandangan hingga 120 meteor per jam. Sementara itu, titik balik Matahari yang akan terjadi pada 21 Desember juga menjadi salah satu fenomena yang menarik untuk disaksikan. Fenomena solstis ini akan memunculkan hari terpanjang di belahan utara ekuator dan hari terpendek di belahan bumi selatan. Hujan meteor Ursid, yang aktif antara 17 hingga 24 Desember setiap tahun, juga akan menyajikan pemandangan hingga 10 meteor per jam pada puncaknya di tanggal 22-23 Desember. Dengan demikian, Desember tahun ini menyajikan serangkaian fenomena langit yang menakjubkan untuk dinikmati oleh para pecinta astronomi.




