Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) RS Polri, Kramat Jati telah mengungkapkan bahwa tulang yang diterima dari penyidik Polres Metro Jakarta Selatan tidak menunjukkan tanda-tanda pemotongan atau tindakan mutilasi. Menurut Dokter Forensik Pusdokkes RS Polri, Dokter Farah, tulang tersebut terlepas karena proses pembusukan dan tidak terdapat indikasi potongan atau mutilasi. Analisa dilakukan terhadap dua kantong jenazah yang diterima, dimana salah satunya berisi pakaian dan yang lainnya berisi tulang belulang manusia yang bercampur dengan pasir dan tulang non-manusia.
Dilaporkan juga bahwa identifikasi ras dan jenis kelamin dari tulang tersebut telah dilakukan, menunjukkan hasil yang mengarah pada jenis kelamin laki-laki dan jenis ras mongoloid. Selain itu, sampel DNA telah diambil dan diserahkan kepada penyidik Polres Metro Jakarta Selatan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polda Metro Jaya juga menyebutkan bahwa penemuan tulang dilakukan di lokasi pembuangan sampah, memastikan bahwa penyelidikan akan terus dilakukan untuk mencari potongan-potongan yang dapat membantu dalam menyatukan dan membuat kesimpulan atas kasus ini.
Informasi terkait uji DNA serta perkembangan lebih lanjut dari kasus ini akan segera disampaikan kepada publik. Semua tindakan dan pemeriksaan dilakukan dengan seksama untuk menemukan kebenaran terkait kasus tersebut.





