Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa beberapa wilayah di Indonesia berpotensi mengalami cuaca ekstrem dalam satu minggu ke depan. BMKG mengatakan bahwa perpaduan fenomena atmosfer dari skala global, regional, dan lokal masih akan berdampak pada cuaca di Indonesia. Beberapa wilayah di Tanah Air, seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jabodetabek, Jawa Timur, D.I. Yogyakarta, Kalimantan Tengah, dan Nusa Tenggara Barat, sudah mengalami hujan lebat hingga ekstrem dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini diprediksi akan berlanjut dalam satu minggu ke depan akibat kombinasi dari berbagai faktor atmosfer.
Menurut BMKG, faktor global seperti Dipole Mode Index, La-Nina lemah, dan penguatan Monsun Asia akan berkontribusi pada peningkatan potensi hujan di beberapa wilayah di Indonesia. Sementara itu, fenomena seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator juga diprediksi akan mempengaruhi sebagian wilayah Indonesia. Meskipun Siklon Tropis FINA diperkirakan menjauhi Indonesia dalam beberapa waktu ke depan, wilayah Nusa Tenggara Timur masih berpotensi mendapatkan dampak berupa gelombang tinggi.
Daftar wilayah yang berpotensi mendapatkan hujan lebat hingga sangat lebat juga telah disampaikan oleh BMKG. Mulai dari tanggal 21 hingga 23 November, wilayah-wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, hingga Papua Selatan berada dalam zona prediksi cuaca ekstrem. Sementara itu, dari tanggal 24 hingga 27 November, beberapa wilayah seperti Aceh, Sumatera Barat, Bengkulu, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, hingga Papua Pegunungan juga akan terdampak cuaca ekstrem. Sebagai langkah preventif, masyarakat di wilayah-wilayah yang berpotensi dihantam cuaca ekstrem disarankan untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG.



