Ilmuwan AI Top Tinggalkan Meta, Siap Buat Startup

by -29 Views

Yann LeCun, seorang ilmuwan terkemuka dalam bidang kecerdasan buatan (AI), akan meninggalkan Meta setelah bekerja di perusahaan tersebut selama 12 tahun. Kabarnya, LeCun berencana untuk meluncurkan startup AI yang fokus pada pengembangan kecerdasan mesin tingkat lanjut. Pada tahun 2013, LeCun bergabung dengan Meta untuk mendirikan Facebook AI Research (FAIR), sebuah laboratorium internal yang telah membantu Meta menjadi pemimpin dalam bidang AI.

Sebagai salah satu tokoh pendiri kecerdasan buatan modern, LeCun telah memainkan peran penting dalam ambisi Meta selama lebih dari satu dekade. Menjabat sebagai direktur FAIR selama lima tahun dan sebagai ilmuwan AI utama perusahaan selama tujuh tahun, LeCun telah memimpin terobosan dalam pembelajaran mendalam, penglihatan komputer, dan pemodelan bahasa berskala besar yang mendasari produk seperti Instagram dan Meta AI.

Sekarang berusia 65 tahun, LeCun mengumumkan bahwa startup barunya akan fokus pada penelitian kecerdasan mesin tingkat lanjut (AMI), proyek yang dikembangkan bersama rekannya di FAIR dan Universitas New York. Meskipun meninggalkan Meta, LeCun berencana untuk tetap bermitra dengan perusahaan tersebut dalam proyek AMI, mencerminkan minat dan dukungan Meta terhadap tujuan jangka panjang AMI.

Dalam pengumuman tersebut, CEO Meta Mark Zuckerberg dan CTO Andrew Bosworth mengakui peran penting LeCun dalam membangun pondasi infrastruktur Meta, termasuk model Llama open-source, yang telah menjadi landasan penting bagi komunitas riset AI global. LeCun, bersama Geoffrey Hinton dan Yoshua Bengio, dianggap sebagai salah satu “bapak pendiri” dalam bidang deep learning, yang bahkan memenangkan Penghargaan Turing 2018, penghargaan setara dengan Nobel Prize dalam bidang komputasi.

Source link