Penculikan anak Bernama Bilqis di Makassar menjadi topik hangat di media sosial belakangan ini. Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku penculikan diketahui membawa Bilqis beserta dua anak kecil lainnya. Kasus ini kemudian diungkap oleh tim Polrestabes Makassar yang berhasil mengamankan pelaku utama, SY, dan mengungkap fakta bahwa korban telah dijual beberapa kali dengan harga yang mencengangkan. Keterlibatan media sosial dalam penjualan korban juga menjadi sorotan penting dalam penanganan kasus ini.
Kasus penculikan Bilqis ini tentu menimbulkan kekhawatiran bagi para orang tua, mengingat trauma yang bisa timbul akibat penculikan. Untuk itu, psikolog UGM, Edilburga Wulan Saptandari, M.Psi, Ph.D, memberikan tips mengenai bagaimana orang tua bisa melindungi anak-anak mereka dari bahaya penculikan. Salah satunya adalah dengan memberikan edukasi kepada anak mengenai cara berinteraksi dengan orang asing, tidak mudah percaya, dan cara untuk meminta pertolongan jika berhadapan dengan situasi yang mencurigakan.
Selain itu, Edilburga juga menyarankan orang tua untuk mengajari anak tentang mekanisme perlindungan diri, seperti belajar bela diri atau cara berteriak meminta tolong jika terpisah dari orang tua. Langkah-langkah preventif ini diharapkan dapat membantu mengurangi risiko penculikan anak di Indonesia. Sebab, keamanan dan keselamatan anak adalah prioritas utama bagi setiap orang tua.





