Kepala BMKG Ungkap Ancaman Megathrust, RI Harus Waspada

by -35 Views

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengungkap ancaman serius megathrust yang mengelilingi Indonesia. Menurutnya, ada tiga zona megathrust di Indonesia yang berpotensi meletus kapan saja dan menyebabkan bencana besar. Negara kita berada di pertemuan tiga lempeng aktif dunia dengan 13 segmen megathrust yang sebagian belum melepaskan energi tektoniknya. Hal ini berarti potensi gempa besar masih mungkin terjadi kapan saja. Zona megathrust adalah daerah pertemuan antar-lempeng tektonik Bumi di zona subduksi, di mana satu lempeng meluncur ke bawah lempeng lain, yang biasanya terletak di lautan. Megathrust dapat menyebabkan beberapa gempa dan tsunami terbesar dan paling merusak di dunia. Contoh-contoh megathrust yang memiliki dampak signifikan antara lain Megathrust Sunda di Indonesia, Palung Peru-Chile di Amerika Selatan, Palung Nankai di Jepang, dan zona subduksi Cascadia di Pasifik Barat Laut Amerika Utara.

Megathrust berpotensi memicu gempa kuat dan tsunami dahsyat dengan zona-zona tersebut diperkirakan dapat ‘pecah’ secara berulang dengan jeda hingga ratusan tahun. Dari beberapa zona megathrust yang ada, tiga zona megathrust yang belum mengalami gempa besar dalam ratusan tahun adalah Megathrust Mentawai-Siberut, Megathrust Selat Sunda-Banten, dan Megathrust Sumba. Hal ini menandakan bahwa ketiga zona tersebut sedang dalam proses akumulasi energi tektonik dan gempa besar bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa ada prediksi yang pasti. Data dari BMKG menunjukkan sepanjang tahun 2025 tercatat 850 kali gempa yang terjadi di Indonesia, menekankan bahwa ancaman gempa bumi di Tanah Air merupakan ancaman nyata yang selalu ada. Keselamatan dan kesigapan dalam menghadapi potensi bencana ini harus menjadi perhatian utama bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia.

Source link