Pada tahun 2022, para ilmuwan membuat terobosan dengan melihat gelombang otak manusia yang sedang sekarat untuk pertama kalinya. Penemuan ini didokumentasikan dalam jurnal Frontiers in Aging Neuroscience setelah seorang pasien yang dirawat karena epilepsi tiba-tiba meninggal dunia, memberikan kesempatan langka bagi para ilmuwan untuk merekam aktivitas otaknya yang sekarat. Dalam penelitian tersebut, tim medis memantau pola osilasi saraf yang mengalami perubahan sebelum dan setelah jantung pasien berhenti berdetak, termasuk osilasi gamma, delta, theta, alfa, dan beta.
Gelombang otak merupakan pola aktivitas ritmis yang berperan penting dalam fungsi kognitif manusia, seperti memori, kesadaran, dan pemrosesan informasi. Para peneliti juga mencatat cross-coupling antara gelombang alfa dan gamma yang muncul saat pasien mengingat sesuatu, menimbulkan dugaan bahwa pasien mungkin mengalami “ingatan kehidupan” menjelang kematiannya. Penelitian lain di Proceedings of the National Academy of Sciences juga menyebut lonjakan aktivitas gelombang gamma pada pasien koma yang meninggal setelah dilepas dari ventilator, terutama terjadi di “zona panas” otak yang berhubungan dengan kesadaran.
Menurut para peneliti, temuan ini membuka kemungkinan adanya kesadaran tersembunyi pada saat seseorang menjelang kematian, menggambarkan bahwa otak yang sekarat masih menunjukkan aktivitas. Meskipun mekanisme dan arti fisiologis dari temuan ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut, ada bukti anekdotal yang kuat yang mengindikasikan bahwa beberapa individu yang mengalami kematian jantung sementara mampu menggambarkan dengan akurat kejadian di sekitar mereka selama periode tersebut. Penelitian ini memberikan wawasan yang menarik mengenai potensi kesadaran dan aktivitas otak pada saat seseorang sedang sekarat.
