Cuaca di Indonesia diprediksi akan mengalami peningkatan intensitas hujan dalam pekan mendatang, meskipun cuaca panas masih akan berpotensi terjadi. Berdasarkan Prospek Cuaca Mingguan BMKG, wilayah Indonesia bagian selatan belum lama ini mengalami cuaca panas dengan suhu maksimum bervariasi. Di antara wilayah yang terdampak adalah Kertajati, Jawa Barat, Surabaya, Jawa Timur, dan Karanganyar, Jawa Tengah. Sementara itu, hujan lebat dengan curah hujan lebih dari 100 mm/hari terjadi di beberapa daerah seperti Gunung Sitoli, Sumatera Utara, Nangapinoh, Kalimantan Barat, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, dan Nagan Raya, Aceh. Prediksi BMKG menunjukkan peningkatan intensitas hujan di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan sebagian kecil Papua dalam pekan mendatang. Faktor dinamika atmosfer skala global, regional, dan lokal berperan dalam peningkatan ini, termasuk gelombang atmosfer, siklon tropis, dan faktor lokal.
Indeks Dipole Mode (DMI) menunjukkan nilai negatif, menandakan peningkatan suplai uap air dari Samudra Hindia menuju wilayah Indonesia bagian barat. Gelombang atmosfer aktif memberikan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah yang dilaluinya. Fenomena seperti Aktivitas Gelombang Rossby Ekuator dan Gelombang Kelvin juga berpotensi mempengaruhi pertumbuhan awan hujan di wilayah tertentu. Keberadaan Bibit Siklon Tropis “Fengshen” dan Bibit Siklon Tropis 95S juga menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi cuaca di Indonesia. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, angin kencang, dan gelombang laut tinggi di sejumlah wilayah di Indonesia.




