Macet Parah di Leuwiliang: PKL Tumpah ke Jalan, Ketua Pedagang Angkat Bicara

by

Kemacetan Parah di Leuwiliang Berdampak Pada Penjualan Pedagang Kaki Lima

Arus lalu lintas di kawasan Pasar Leuwiliang mengalami kemacetan parah sejak dini hari hingga pagi, akibat banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di badan jalan dan area publik seperti parkiran pertokoan Banpur. Kondisi ini terjadi karena pembangunan Pasar Leuwiliang pasca kebakaran belum diimbangi dengan penyediaan tempat penampungan sementara bagi pedagang terdampak. Buntut dari proyek tersebut, banyak pihak menilai bahwa tidak adanya perencanaan matang dan kajian Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) serta Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) menjadi penyebab utama kemacetan ini.

Masyarakat sekitar merasakan dampaknya dengan peningkatan waktu tempuh, biaya bahan bakar, dan terganggunya distribusi barang. Keluhan pun mulai terdengar, seperti yang disampaikan oleh Mulyadi, seorang warga setempat. Para pedagang sendiri mengakui bahwa mereka harus bertindak mandiri tanpa arahan dari pihak pengelola pasar. Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar Leuwiliang (P3L), Bobi Cuprio, menjelaskan bahwa langkah mereka menempati area sekitar jalan dilakukan secara mandiri karena tidak adanya panduan dari Perumda Pasar Tohaga.

Situasi semakin memanas saat masyarakat mendesak Perumda Pasar Tohaga dan pemerintah daerah untuk segera menemukan solusi bagi masalah ini. Mereka berharap agar pengelola pasar tidak mengabaikan dampak sosial dan kemacetan yang terjadi akibat proyek tersebut. Konflik sosial yang lebih luas di wilayah Leuwiliang dapat dihindari jika persoalan ini segera ditangani dengan bijaksana dan manusiawi.

Source link