Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengumumkan adanya gempa tektonik dengan magnitudo 7,4 di wilayah Laut Filipina, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara pada Jumat (10/10) pukul 08.43.58 WIB yang berpotensi untuk menimbulkan tsunami. Analisis dari BMKG menunjukkan bahwa episenter gempa terletak di laut, tepatnya berjarak 275 Km arah Barat Laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara pada kedalaman 58 km. Diperkirakan tsunami dapat terjadi di beberapa wilayah seperti Kepulauan Talaud, Kota-Bitung, Minahasa-Utara Bagian Selatan, Minahasa Bagian Selatan, dan Supiori.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengungkapkan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa dangkal karena aktivitas subduksi. Meskipun beberapa wilayah telah merasakan getaran gempa dengan skala intensitas IV MMI di daerah Tahuna dan skala intensitas II MMI di daerah Manado, belum ada laporan dampak kerusakan yang signifikan akibat gempa tersebut.
Hingga saat ini, tidak ada aktivitas gempa susulan yang terdeteksi oleh BMKG. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan waspada serta menghindari bangunan yang retak akibat gempa. Pemerintah diwilayah-wilayah yang berstatus awas, siaga, dan waspada diharapkan untuk mengarahkan masyarakat dalam melakukan evakuasi sesuai dengan status kewaspadaan yang ditetapkan. Jadi, selalu perhatikan informasi resmi dari BMKG untuk menghindari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya terkait dengan gempa dan tsunami yang terjadi.




