Wakil Wali Kota Bogor Mendorong Satu Komando Lawan Stunting

by

Percepatan penurunan dan pencegahan stunting di Kota Bogor menjadi fokus utama yang diungkapkan oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin. Dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanganan Stunting (Rakor TPPS) II Kota Bogor Tahun 2025, Jenal Mutaqin menyatakan bahwa konsep evaluasi yang baik akan ditingkatkan ke depan. Beliau menegaskan perlunya satu komando yang memungkinkan pola dan inovasi dilaksanakan dengan skema yang tepat dan sasaran yang jelas.

Dalam upaya penurunan stunting, Jenal Mutaqin juga melibatkan anggota DPRD Kota Bogor untuk menjadi bapak asuh stunting. Para anggota dewan disambut baik keikutsertaannya dan bersedia aktif mengunjungi balita dan anak-anak stunting untuk memantau perkembangan mereka. Selain program yang berjalan, rencananya akan dibuat aplikasi yang memberikan informasi jelas kepada para stakeholder mengenai kontribusi yang diberikan.

Menyadari pentingnya panduan yang spesifik, Jenal Mutaqin memaparkan bahwa aplikasi ini akan membantu memberikan informasi yang sesuai kebutuhan anak-anak stunting. Harapannya, aplikasi ini dapat memetakan lokus terbesar dan terkecil serta memprioritaskan kelurahan yang membutuhkan treatment pemberian gizi tambahan. Selanjutnya, ia bersama tim akan mengunjungi kasus-kasus stunting di enam kecamatan dalam waktu dekat.

Pelantikan pengurus Perkumpulan Pejuang Keluarga Berencana or Juang Kencana (Juken) Kota Bogor juga menjadi awal dari serangkaian kegiatan sebelum Rakor TPPS Kota Bogor dimulai. Dalam keputusan yang dikeluarkan pada September 2025, Anggela Sri Melani Winyarti ditetapkan sebagai ketua Juken Kota Bogor. Semangat berjuang dari para purna tugas dalam Juken Kota Bogor turut disambut dengan bangga oleh Jenal Mutaqin, yang mengharapkan komitmen dan tanggung jawab kuat dari semua pihak terkait. Acara pelantikan ini juga dihadiri oleh Ketua Juken Provinsi Jawa Barat, Lili Sadeli, Koordinator BMG Kota Bogor, serta jajaran Pemkot Bogor.

Source link