Meta membantah tudingan terkait fitur Meta Teen Accounts yang diklaim gagal melindungi pengguna anak di platform mereka. Phillip Chua, Director of Public Policy for Products Meta APAC, menyatakan bahwa laporan-laporan tersebut menyesatkan dan bersifat spekulatif. Chua menekankan bahwa Meta sedang berupaya untuk memberdayakan orang tua dan remaja, namun klaim dalam laporan tersebut dianggap menyalahartikan upaya mereka.
Meta sedang giat bekerja dalam memperbarui daftar terkait fitur keamanan, terutama untuk akun remaja, dengan tujuan memberikan perlindungan otomatis dan kontrol orang tua yang lebih sederhana. Melalui kerja sama dengan Ipsos, data menunjukkan bahwa sebagian besar remaja di bawah usia 16 tahun yang menggunakan akun remaja tidak pernah mengubah pengaturan mereka, menandakan penerimaan dan validasi dari orang tua.
Meskipun demikian, banyak pekerjaan perbaikan masih harus dilakukan, dan Meta mengakui hal ini. Sebelumnya, riset yang dilakukan oleh Meta Arturo Béjar dan kelompok lainnya mengungkap bahwa sebagian besar alat keamanan di platform tersebut dinilai tidak efektif dalam melindungi anak-anak dari konten berbahaya dan penyalahgunaan. Beberapa temuan utama dalam studi tersebut, antara lain terkait algoritma yang mempengaruhi perilaku anak, ketiadaan intervensi platform saat anak terpapar konten berbahaya, dan eksposur anak-anak terhadap konten yang tidak sesuai.
Isu ini menjadi perhatian penting dalam upaya Meta untuk meningkatkan keamanan platform mereka, meskipun masih terdapat tantangan yang harus diatasi. Keberhasilan dalam perlindungan pengguna remaja menjadi sorotan bagi Meta, sehingga umpan balik konstruktif dari pengguna sangat diharapkan dalam memperbaiki sistem keamanan mereka.



