Pencinta mesin pembakaran mungkin skeptis terhadap mobil listrik yang dapat memberikan pengalaman mengemudi yang menyenangkan, tetapi BMW tampaknya siap untuk membantah klaim tersebut. Merek asal Munich ini telah mengungkapkan rencananya untuk meluncurkan model M3 EV pertama tanpa mesin bensin sekitar tahun 2028. Berlabel “Heart of Joy”, mobil ini akan menjadi bagian dari empat “otak super” baru yang ditanamkan BMW pada model-model Neue Klasse mereka.
Fokus BMW adalah menghadirkan kemampuan dinamis yang unggul pada kendaraan listrik mereka, dengan ciri khas kombinasi perangkat keras dan perangkat lunak yang dapat meningkatkan performa mobil. Chief Technical Officer BMW, Joachim Post, menjelaskan bahwa dengan daya komputasi 20 kali lebih cepat, sistem powertrain listrik, dan elemen lainnya, BMW berusaha untuk menciptakan dinamika berkendara yang belum pernah ada sebelumnya.
Meskipun BMW belum sepenuhnya berkomitmen untuk menghasilkan mobil sport khusus untuk platforms Neue Klasse, mereka menekankan fleksibilitas arsitektur yang memungkinkan terciptanya berbagai varian model performa. BMW juga mencatat bahwa modularitas arsitektur platform ini memungkinkan kombinasi penskalaan yang dapat mendukung keberlanjutan bisnis mereka.
Meski sejarah BMW terkait mobil sport tidak selalu berjalan mulus, ada harapan akan kemungkinan mobil sport EV di masa depan. BMW telah merencanakan lebih dari 40 model mobil hingga akhir tahun 2027, meskipun versi produksi M Vision Next tidak termasuk di dalamnya. Meski demikian, BMW tetap fokus pada pengembangan SUV dan sedan bermassa tinggi untuk mencapai keberhasilan finansial.
Meskipun BMW masih mengevaluasi minat pasar terhadap mobil sport listrik, seperti yang ditunjukkan dengan model Skytop dan Speedtop yang akan datang dengan harga premium, yang mencapai €500.000 per unit, ada kepercayaan bahwa permintaan akan mobil sport listrik dapat meningkat. Meskipun demikian, pertanyaan tetap mengenai apakah permintaan pasar untuk mobil sport listrik akan sekuat mobil sport konvensional.





