Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,9 mengguncang Filipina Tengah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan tidak memiliki dampak terhadap kegempaan di wilayah Indonesia. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengungkapkan bahwa gempa ini terjadi di Calape, Filipina, dengan intensitas getaran yang dapat merusak bangunan. Meski demikian, gempa tersebut tidak mempengaruhi Indonesia.
Daryono menjelaskan bahwa hasil pemodelan menunjukkan tidak adanya potensi tsunami akibat gempa tersebut. Episenter gempa tersebut terletak di Calape, Filipina, pada koordinat 11,15 derajat LU; 124,14 derajat BT dengan kedalaman 10 km. Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif.
BMKG juga mencatat adanya gempa susulan dengan magnitudo 6,3 setelah gempa utama. Masyarakat diimbau untuk tidak terpengaruh oleh hoaks atau isu yang belum terbukti kebenarannya terkait gempa tersebut. Daryono menegaskan agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.



