Penggemar mobil sport saban saat berdebat tentang apakah mobil listrik yang serba teknis bisa menyamai performa mobil konvensional. Meskipun masih ada preferensi terhadap performa mesin pembakaran dalam, Mercedes menawarkan solusi dengan divisi AMG-nya yang mengklaim bisa mentransfer keahlian mereka dalam mobil gas ke kendaraan listrik. CEO AMG sebelumnya, Michael Schiebe, percaya bahwa mobil listrik bisa menjadi pilihan yang menarik. Meskipun demikian, keberadaan mesin V-8 bukanlah hal yang akan hilang begitu saja, karena AMG sedang mengembangkan mesin delapan silinder baru yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Di tengah perkembangan mobil listrik, model berperforma tinggi dari BMW M dan Audi Sport juga terus beradaptasi dengan peraturan emisi yang semakin ketat di Eropa. Pergeseran menuju mobil hibrida plug-in sebagai alternatif juga sudah mulai terjadi di beberapa negara. Artinya, meski mobil listrik sedang menjadi sorotan, produsen mobil kelas atas masih terus berupaya menjaga keseimbangan antara performa tinggi dan kebutuhan lingkungan yang semakin mendesak.
Mercedes: Sportscar Listrik Emosional yang Dipercaya





