Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan bahwa ada ribuan desa di Indonesia yang masih belum terhubung dengan internet dan jaringan 4G. Menurutnya, hal ini menjadi pekerjaan bersama yang perlu diselesaikan dengan kolaborasi dari semua pihak. Meutya menegaskan bahwa saat ini cakupan konektivitas telekomunikasi di Indonesia mencapai 80 persen, namun masih terdapat tantangan dalam mendorong konektivitas ke masyarakat yang belum terjangkau. Selain itu, penetrasi fixed broadband rumah tangga juga masih rendah, hanya mencapai 27,4 persen.
Pembangunan telekomunikasi di Indonesia merupakan bagian dari strategi besar bangsa, dan Meutya memandangnya sebagai kontribusi penting dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen yang dikejar oleh pemerintah. Ia menyebut bahwa setiap pembangunan infrastruktur telekomunikasi, seperti menara dan kabel serat optik, serta konektivitas internet desa, merupakan langkah nyata menuju pencapaian target tersebut.
Meskipun tingkat penetrasi internet secara provinsi sudah mencapai 100 persen, namun di tingkat kecamatan dan desa masih terdapat kesenjangan dalam akses internet yang baik. Hal ini terjadi terutama di daerah seperti Maluku dan Papua, di mana penetrasi internet masih di bawah rata-rata nasional. Meutya menekankan bahwa terdapat sekitar 15 ribu desa di Indonesia yang masih belum terhubung dengan internet yang baik, dan ini menjadi fokus pekerjaan rumah bagi pemerintah. Dengan demikian, peran serta semua pihak dalam menciptakan konektivitas internet yang merata di seluruh Indonesia menjadi kunci dalam menjaga inklusivitas digital di negara ini.



