Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mengklarifikasi bahwa gumpalan awan petir yang terlihat di wilayah Bandung Raya, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Bogor tidak ada hubungannya dengan aktivitas gunung berapi. Menurut BPBD, fenomena tersebut disebabkan oleh proses pembentukan awan Cumulonimbus (CB). Walaupun beberapa pihak memperkirakan kaitannya dengan gunung berapi, BPBD menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
Pada Senin sore, warga sekitar Bandung Raya, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Bogor terkejut oleh penampakan gumpalan awan vertikal tebal yang disertai kilatan cahaya. Fenomena ini terus berlangsung hingga malam hari dan terekam oleh warganet di media sosial. BPBD Jabar mengkonfirmasi bahwa ini adalah proses pembentukan awan CB yang berpotensi menjadi badai petir, hujan deras, dan angin kencang.
Awan CB adalah jenis awan vertikal yang tebal, padat, dan tinggi. Muhammed Hakiki dari BMKG menjelaskan bahwa pembentukan awan CB melibatkan mekanisme kompleks, seperti pergerakan vertikal dan proses pembentukan es. Awan ini sering terjadi terutama pada musim hujan dan peralihan musim. Meskipun fenomena ini bersifat normal, BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrim dan bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi. Jadi, warga tidak perlu khawatir namun tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang mungkin berkembang.



