AI China Spikingbrain 1.0: Teknologi Mirip Otak Manusia

by -58 Views

Para peneliti di Chinese Academy of Sciences’ Institute of Automation di Beijing telah memperkenalkan sistem kecerdasan buatan (AI) terbaru bernama SpikingBrain 1.0. AI ini diklaim sebagai model bahasa besar yang mirip dengan otak manusia. Sistem ini dirancang untuk menggunakan sedikit energi dan beroperasi pada perangkat keras buatan China, independen dari chip perusahaan AS, Nvidia. Tim peneliti menjelaskan bahwa SpikingBrain 1.0 dapat menyelesaikan tugas-tugas tertentu hingga 100 kali lebih cepat dibanding beberapa model konvensional, dengan penggunaan data kurang dari 2 persen dari yang biasanya diperlukan. Proyek ini merupakan bagian dari penelitian ilmiah yang lebih luas tentang komputasi neuromorfik, dengan tujuan meniru efisiensi otak manusia yang hanya menggunakan daya sekitar 20 watt.

SpikingBrain 1.0 didasarkan pada ‘spiking computation’, sebuah metode yang meniru cara kerja neuron biologis di otak manusia. Berbeda dengan model lain seperti ChatGPT yang mengaktifkan seluruh jaringan untuk memproses informasi, sebagian besar jaringan SpikingBrain 1.0 dapat tetap dalam keadaan senyap. Hal ini berkontribusi pada pengurangan konsumsi energi dan percepatan waktu pemrosesan. Dalam pengujian yang dilakukan, varian SpikingBrain 1.0 menunjukkan peningkatan kecepatan 26,5 kali lipat dibanding arsitektur transformer konvensional saat menghasilkan token pertama dari konteks satu juta token.

Para peneliti melaporkan bahwa sistem mereka berjalan stabil dalam konfigurasi ratusan chip MetaX selama berminggu-minggu. Potensi aplikasi SpikingBrain 1.0 termasuk analisis dokumen hukum dan medis yang panjang, penelitian dalam fisika energi tinggi, dan tugas-tugas kompleks seperti pengurutan DNA. Hal ini menggarisbawahi kemungkinan sistem ini dalam penerapan dunia nyata. Peneliti juga menyimpulkan bahwa hasil ini menunjukkan kesuksesan pelatihan model besar secara efisien pada platform non-NVIDIA, sambil memberikan arah baru bagi pengembangan model inspirasi otak yang skalabel dalam komputasi masa depan.

Source link