SAFENet, sebuah organisasi masyarakat sipil yang berjuang untuk hak digital, telah mengungkapkan praktik represi digital selama beberapa aksi demonstrasi terbaru di Indonesia. Menurut mereka, ada enam aksi represi digital yang terungkap dalam peristiwa tersebut. Dari keterangan resmi mereka, SAFENet menyatakan bahwa aksi tersebut tidak hanya melibatkan dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap peserta aksi di lapangan, tetapi juga berdampak secara massif pada hak-hak digital pengguna internet di Indonesia. Situasi di lapangan juga menunjukkan adanya praktik-praktik yang melanggar prinsip kebebasan berekspresi di ruang digital oleh pemerintah dan platform media sosial. SAFENet merinci berbagai pelanggaran serius terhadap hak digital masyarakat, mulai dari kriminalisasi terhadap aktivis hingga gangguan terhadap akses internet dan informasi ruang digital. Mereka juga mengungkap adanya sabotase kabel optik server yang dapat mengganggu jaringan internet serta dugaan operasi informasi yang bertujuan mengalihkan perhatian publik. Dalam menghadapi situasi ini, SAFENet mendesak pemerintah, terutama Polri, untuk menghentikan segala bentuk represi digital dan memastikan perlindungan terhadap hak atas informasi publik. Selain itu, mereka juga mendesak perusahaan media sosial untuk menghormati hak asasi manusia dalam operasi bisnis mereka.
Safenet Ungkap Deret Represi Digital Saat Demonstrasi di RI



