Para astronom telah lama berupaya mencari jejak alien di luar angkasa, dengan menggunakan berbagai metode, seperti teleskop radio dan instrumen optik untuk mendeteksi sinyal-sinyal buatan. Namun, upaya terbaru melibatkan penggunaan bayangan Bumi untuk mencari wahana antariksa atau UFO yang mungkin mengintai di sekitar Tata Surya kita.
Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam Monthly Notices of the Royal Astronomical Society mengungkapkan pendekatan inovatif dalam mendeteksi potensi wahana luar angkasa yang berada di dekat Bumi. Menggunakan bayangan Bumi sebagai filter alami, para peneliti berusaha menghindari gangguan dari satelit buatan dan puing-puing antariksa yang menghiasi langit di sekitar planet kita.
Para peneliti, dipimpin oleh Beatriz Villarroel dari Universitas Stockholm, menggunakan teknik ini untuk menyaring gangguan yang bisa merintangi upaya mengidentifikasi objek luar angkasa non-manusia. Dengan memanfaatkan konsep bayangan Bumi yang membentuk zona pencarian ‘bersih’ di langit, mereka dapat fokus pada objek-objek yang terdeteksi di area tersebut.
Dalam penelitian ini, mereka menganalisis gambar dari Zwicky Transient Facility (ZTF) di California, AS, yang secara rutin mensurvei langit. Meskipun sebagian besar objek yang terdeteksi ternyata adalah meteor, pesawat, atau asteroid yang dikenal, ada satu kasus yang menarik. Sebuah objek yang bergerak lebih cepat dari asteroid pada umumnya dan tidak terdaftar dalam database objek ruang angkasa yang ada, namun masih belum dapat terkonfirmasi, meninggalkan misteri terbuka.
Studi ini juga mengusulkan metode lain untuk memeriksa objek luar angkasa, seperti menganalisis foto-foto astronomi kuno dan spektrum warna objek yang mencurigakan untuk mengungkap materi yang telah terpapar di luar angkasa dalam waktu lama. Meskipun penelitian ini belum secara pasti mengidentifikasi teknologi alien, namun menunjukkan bahwa pencarian sistematis untuk artefak luar angkasa dapat dilakukan dengan menggunakan teknik analisis baru dan teleskop yang ada.
Para peneliti kini sedang mengembangkan proyek ExoProbe, sebuah jaringan teleskop khusus yang dirancang untuk jenis pencarian seperti ini. Diharapkan proyek ini dapat memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai objek misterius di luar angkasa.



