Petugas Brimob membubarkan paksa massa pengunjuk rasa di depan Mako Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, Jakarta Pusat, pada Jumat malam yang berlangsung ricuh. Adegan tersebut terjadi sekitar pukul 22.50 WIB ketika massa digiring mundur dengan menggunakan gas air mata dan penyisiran jalan di sekitar kompleks Mako Brimob. Saat demo berlangsung, bentrokan semakin sengit karena pengunjuk rasa melawan dengan melempar bom molotov sementara Brimob merespons dengan gas air mata.
Petugas Brimob terus melawan massa hingga akhirnya mereka membubarkan diri meninggalkan lokasi aksi. Sebagian massa yang tersisa kemudian mencoba beralih ke kawasan Tugu Tani setelah ditempati oleh barisan Brimob. Di saat bersamaan, TNI Marinir juga turut terlibat dalam pengamanan dengan pendekatan humanis dan persuasif.
Kendati sebagian pengunjuk rasa masih bertahan, namun dengan kehadiran TNI Marinir, massa aksi tersebut berhasil dibubarkan secara aman. Setelah itu, kondisi di sekitar lokasi demo menjadi lebih terkendali dengan adanya pasukan TNI Marinir yang melakukan sterilisasi kawasan. Sebelumnya, aksi demo dilakukan oleh gabungan pengemudi ojek online sebagai respons atas kematian salah satu rekan mereka yang diduga dilindas oleh rantis Brimob.
Situasi di depan Mako Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, Jakarta Pusat, dari arah Pasar Senen menuju Tugu Tani, kembali kondusif setelah massa aksi membubarkan diri. Peristiwa ini juga diikuti dengan kejadian kekerasan terhadap wartawan media nasional yang sedang meliput aksi massa serta insiden kebakaran mobil di depan Mako Brimob. Peliputan kejadian tersebut dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab media untuk menyampaikan informasi secara objektif kepada masyarakat.





