Penanganan kasus tabrak lari yang mengakibatkan pengemudi ojek online tewas dilakukan dengan transparan di Mako Brimob Kwitang, Jakarta. Ribuan massa, termasuk pengemudi ojek online dan warga, bertahan di lokasi meskipun sudah beberapa kali dihalau petugas keamanan dengan gas air mata. Pada Jumat dini hari, suasana tegang masih terasa di sekitar kawasan Mako Brimob dengan letusan suara dan titik-titik api terlihat. Kendaraan roda dua dan empat berjejer di sepanjang jalan untuk melihat situasi terkini.
Massa juga membakar pos polisi di bawah jalan layang Senen sebagai bentuk kemarahan dan tuntutan pertanggungjawaban kepada pihak kepolisian. Hingga saat ini, massa masih berada di lokasi dengan ledakan petasan dan gas air mata terus terdengar. Kepala Divisi Profesi Propam Polri, Irjen Polisi Abdul Karim, memastikan bahwa penanganan kasus tersebut dilakukan dengan cepat dan transparan bersama-sama dengan Korps Brimob. Selain itu, penanganan kasus tersebut juga melibatkan Koordinasi dengan Komisi Kepolisian Nasional untuk memastikan transparansi dalam penanganan kasus tersebut.





