Sesar di Jawa Barat menerima perhatian setelah wilayah tersebut diguncang oleh sejumlah gempa selama lebih dari seminggu. Salah satu sesar yang menonjol adalah Sesar Citarik, yang sering kali mengguncang wilayah Bogor hingga Sukabumi. Menurut Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, Sesar Citarik memiliki orientasi sesar arah utara barat daya – timur laut dan diperkirakan aktif sejak belasan juta tahun lalu. Beberapa kejadian gempa signifikan yang diduga dipicu oleh aktivitas sesar ini termasuk Gempa Sukabumi, Bogor, dan gempa lainnya dengan kekuatan berbeda.
Gempa terakhir yang terjadi di Bogor pada April 2025 menunjukkan bahwa Sesar Citarik memiliki potensi untuk menyebabkan gempa kuat, sehingga perencanaan infrastruktur di wilayah Jabodetabek dan Sukabumi perlu memperhitungkan potensi jalur sesar ini. Gempa Bogor terbaru pada 10 April 2025 juga menunjukkan karakteristik gempa yang dangkal dan dampaknya pada bangunan di sekitar wilayah tersebut. Berbagai faktor seperti struktur bangunan, kedalaman hiposenter, dan lokasi permukiman dalam tanah lunak dapat memengaruhi tingkat kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa. Oleh karena itu, pemahaman yang lebih dalam tentang Sesar Citarik akan membantu dalam mempersiapkan diri menghadapi potensi gempa di masa mendatang.



