Gempa bumi di Jawa Barat masih menjadi perhatian karena sejumlah sesar di wilayah tersebut masih bergerak aktif dan dapat menghasilkan gempa. Beberapa kejadian gempa telah terjadi selama seminggu terakhir, mulai dari Bandung Barat akibat aktivitas Sesar Lembang hingga Kabupaten Karawang yang dipicu oleh Sesar Naik Busur Belakang Jawa Barat. Sesar Lembang, salah satu dari 81 sesar aktif di Indonesia, menjadi sorotan karena potensi aktivitasnya yang dapat membahayakan. Sesar Lembang membentang dari Padalarang di barat hingga Cilengkrang di timur, dengan patahan sepanjang 29 kilometer yang masih aktif bergerak. Kecepatan pergerakannya mencapai 6 milimeter per tahun.
Selain Sesar Lembang, terdapat juga Sesar Naik Busur Belakang Jawa Barat yang menjadi sumber gempa di Kabupaten Karawang. Segmen Baribis, bagian dari Sesar Naik Busur Belakang Jawa Barat, serta segmen lainnya seperti Ciremai, Cipunegara, Tangkubanparahu, dan lainnya, merupakan potensi sumber gempa di wilayah tersebut. Sesar Citarik, yang dikenal dari aliran Sungai Citarik, juga menyajikan ancaman gempa karena pergerakan kerak bumi yang masih aktif.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi adanya sesar baru yang menjadi penyebab gempa di Sumedang pada akhir tahun 2023. Kabupaten Sumedang merupakan wilayah rawan gempa karena berada di zona tumbukan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia di Samudera Hindia. Selain itu, beberapa sesar aktif di daratan seperti Sesar Cimandiri, Sesar Cugenang, Sesar Lembang, dan lainnya juga meningkatkan risiko gempa di wilayah tersebut. Mengetahui potensi gempa bumi di Jawa Barat, termasuk lokasi dan sumbernya, penting untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana alam yang dapat terjadi.



