Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa gempa dengan kekuatan magnitudo 4,7 di Kabupaten Karawang disebabkan oleh Sesar Naik Busur Belakang Jawa Barat di Segmen Citarum. Menurut Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, episenter gempa M 4,7 tersebut berada di bagian selatan Segmen Citarum karena West Java back-arc thrust cenderung miring ke selatan. Gempa ini digambarkan sebagai sebagian dari beberapa segmen, di antaranya Segmen Ciremai, Segmen Cipunegara, hingga Segmen Salak.
Gempa tersebut terjadi pada Rabu pukul 19:54:55 WIB di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dengan episenter di darat sekitar 19 km dari tenggara Kabupaten Bekasi pada kedalaman 10 km. BMKG mencatat 14 kali gempa susulan terjadi dengan kekuatan bervariasi antara M1,7 hingga M3,9 hingga Kamis pukul 11.30 WIB. Sementara itu, Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Sonny Aribowo, menjelaskan tentang Sesar Baribis-Kendeng atau Java Back-arc Thrust yang aktif dan kompleks, melintasi daerah Jawa Barat, termasuk Cirebon, Indramayu, hingga Depok dan Bogor.
Sonny mencatat bahwa penelitiannya menunjukkan aktivitas Sesar Baribis-Kendeng telah terjadi sejak 50 ribu tahun lalu dan terus berlanjut hingga kini. Dalam penelitian yang telah dipublikasikan, Sonny menunjukkan bahwa jalur sesar aktif tersebut bergerak ke arah barat menuju Subang hingga Jakarta Selatan dan Bogor. Dengan demikian, pemahaman tentang potensi gempa di daerah tersebut semakin diperkaya oleh penelitiannya.(lom/fea)



