Presiden Direktur PT Telkom Indonesia, Dian Siswarini, menekankan bahwa digitalisasi bukan sekadar jargon, tetapi telah membuktikan manfaatnya yang signifikan di berbagai sektor industri. Dian mengungkapkan bahwa dampak positif digitalisasi telah terukur, mulai dari pengurangan downtime hingga 50 persen di sektor manufaktur, peningkatan produktivitas 20 persen di industri minyak dan gas, hingga berbagai efisiensi di sektor logistik dan perbankan.
Menyikapi perlambatan ekonomi dan fluktuasi mata uang yang menjadi tantangan global, Dian menegaskan bahwa transformasi digital tidak lagi menjadi pilihan, melainkan sebuah keharusan. Pemanfaatan teknologi seperti 5G, kecerdasan buatan (AI), dan data intelligence dipandang sebagai solusi untuk bertahan di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti, bahkan membuka peluang baru bagi masyarakat dan industri.
Selain manfaat yang sudah disebutkan sebelumnya, Telkom juga mencatat peningkatan signifikan dalam peningkatan laba bersih (EBIT), time to market, produktivitas tim, dan pengurangan kesalahan dalam proses bisnis. Dalam konteks pemerintahan, digitalisasi juga terbukti mampu meningkatkan keterlibatan masyarakat.
Telkom percaya bahwa infrastruktur yang kokoh menjadi kunci dalam proses digitalisasi. Dengan keberadaan lebih dari 177 ribu kilometer jaringan serat optik, ratusan ribu base transceiver station (BTS), puluhan ribu pusat data, dan kapasitas satelit yang besar, Telkom siap menjadi mitra strategis dalam menjalankan transformasi digital bagi berbagai industri.



