Perusahaan mesin pencarian berbasis kecerdasan buatan, Perplexity, mengajukan tawaran untuk membeli Google Chrome dengan nilai hingga US$34,5 miliar atau sekitar Rp558 triliun. Tawaran ini muncul setelah Google dinyatakan melanggar undang-undang antitrust AS dan Departemen Kehakiman AS mengusulkan agar Google menjual Chrome. Meskipun Google berniat mengajukan banding, Perplexity melihat peluang untuk memperoleh Chrome dalam upaya mengubah wajah internet dengan kecerdasan buatan.
Perplexity adalah startup AI yang menggunakan model AI untuk menganalisis konten web dan menyusun jawaban. Mereka meluncurkan mesin pencari AI yang bersaing dengan Google pada Desember 2022 dan telah memiliki browser web Comet. Selain itu, startup AI OpenAI juga dikabarkan sedang mengembangkan browser mereka sendiri. Perplexity berkomitmen untuk mempertahankan preferensi penjelajahan pengguna dan investasi dalam teknologi Chromium.
Dengan keyakinan pada web terbuka, Perplexity mengajukan tawaran untuk membeli TikTok dan Google Chrome dalam upaya memperluas pengaruh mereka dalam ranah teknologi. Hal ini menjadi contoh bagaimana startup dapat melawan raksasa teknologi untuk membentuk ulang internet era AI.



