Peringatan Bahaya AI Bagi Pekerja: Ancaman Rp2.300 Triliun

by

CEO NVIDIA, Jensen Huang, melakukan peringatan tentang risiko kekurangan inovasi dalam perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dapat mengakibatkan kehilangan pekerjaan. Dalam sebuah wawancara dengan Fareed Zakaria dari CNN, Huang mencermati pernyataan Kepala Anthropic, Dario Amodei, yang mengungkapkan potensi gangguan besar dalam lapangan kerja akibat AI. Amodei bahkan memperingatkan bahwa AI dapat menghilangkan sejumlah besar pekerjaan kerah putih tingkat pemula dan meningkatkan tingkat pengangguran dalam lima tahun ke depan. Huang, dengan kekayaan hingga Rp2.300 triliun, mempertegas pentingnya adanya inovasi baru dalam perusahaan untuk mendukung pertumbuhan produktivitas dan lapangan kerja. Investasi yang besar dalam AI belakangan ini menimbulkan kekhawatiran terkait ancaman terhadap pekerjaan di masa depan. Survei dari perusahaan kepegawaian Adecco Group bahkan menunjukkan bahwa sebagian kepala eksekutif memprediksi penurunan jumlah pekerjaan akibat otomatisasi AI dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan. Huang juga menyebut bahwa AI akan mengubah cara kerja di berbagai industri, dengan sebagian besar perusahaan besar di AS berencana untuk mengotomatiskan tugas-tugas yang sebelumnya dilakukan oleh karyawan. Meski demikian, Huang menekankan bahwa AI dapat menjadi alat bantu yang memungkinkan bagi orang-orang yang tidak mengerti teknologi. Dengan begitu, perlu adanya keseimbangan yang tepat dalam penerapan teknologi AI untuk mendukung pertumbuhan masyarakat dan bisnis.

Source link