Ilmuwan telah menemukan ‘kuburan’ paus purba di bekas gletser di Kutub Utara, tepatnya Pulau Wilczek, Rusia. Fosil paus prasejarah tersebut berhasil ditemukan setelah gletser yang menutupinya mulai mencair dengan cepat dalam beberapa waktu terakhir. Ahli geologi, Nikita Demidov, yang terlibat dalam ekspedisi tersebut, menjelaskan bahwa penemuan ‘kuburan’ paus ini terjadi setelah menggunakan citra satelit. Ia menemukan bahwa lapisan es di pulau tersebut terpecah menjadi dua dalam kurun waktu kurang dari 20 tahun.
Penemuan paleontologi ini memberikan indikasi mengenai perubahan permukaan laut yang cepat di wilayah kepulauan paling utara Eurasia, yang terjadi dalam beberapa ribu tahun terakhir. Skuad ekspedisi yang diprakarsai oleh Institut Penelitian Arktik dan Antartika (AARI) di Rusia mulai melakukan penelitian di Pulau Wilczek, ujung utara Rusia, sejak awal tahun 2025. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa gletser yang mencair adalah bagian dari perubahan iklim yang lebih luas. Studi lain yang dilakukan pada Februari 2025 juga menemukan bahwa gletser di seluruh dunia telah kehilangan sekitar 5 persen lapisan es sejak tahun 2000.
Selama ekspedisi dilakukan, peneliti AARI menemukan sejumlah tulang paus purba yang muncul di tengah pulau dengan luas beberapa kilometer persegi. Beberapa fosil ditemukan dalam kondisi baik, meskipun ada beberapa yang kondisinya buruk karena terletak di dekat pantai. Demidov mencatat bahwa kerangka yang mencair dari lapisan es di pinggiran gletser masih terawet dengan baik, sementara yang terkubur di dekat gletser dalam kondisi lebih bagus.
Ekspedisi ini adalah upaya jangka panjang untuk memetakan dampak pemanasan global di Arktik, kawasan yang sering menjadi sorotan dalam isu-isu lingkungan global. Eksplorasi ini dilakukan menggunakan kapal Rusia Professor Molchanov dan berlanjut hingga Agustus 2025. Studi ini memiliki tujuan yang besar dalam memahami dampak perubahan iklim di wilayah kutub demi keberlanjutan lingkungan.



