Alfa Romeo mempublikasikan hasil penjualan untuk mereknya di AS pada paruh pertama tahun ini, dengan penjualan turun 34 persen. Namun, di Eropa, Alfa Romeo justru mengalami lonjakan penjualan sebesar 33,3 persen, mengirimkan 33.116 mobil. Perbedaan ini mungkin disebabkan oleh fakta bahwa Alfa Romeo tidak menjual Junior di AS, yang merupakan alternatif lebih kecil dan lebih murah dari Tonale, menyebabkan penjualan di AS jauh lebih rendah dibandingkan dengan di Eropa.
Tren keberhasilan Alfa Romeo di Eropa terlihat dari penjualan yang siginifikan, terutama melalui crossover subkompak. Meskipun beberapa kritik terhadap keputusan Alfa Romeo dalam tidak memperkenalkan varian Junior di AS, namun fakta bahwa SUV memiliki daya tarik yang besar bagi konsumen, hal ini terbukti dengan peningkatan penjualan di Eropa.
Diharapkan bahwa Alfa Romeo akan terus berkembang meskipun masih tertinggal dibandingkan dengan para pesaingnya, seperti BMW, Mercedes, dan Audi. Di sisi lain, rencana Alfa Romeo untuk merilis produk-produk baru seperti Giulia generasi kedua yang direncanakan memiliki bentuk liftback lima pintu dengan sedikit peninggian suspensi, menunjukkan bahwa Alfa Romeo terus mengikuti tren pasar untuk tetap bersaing. Dengan optimisme yang tinggi, Alfa Romeo tampaknya siap untuk menghadapi masa depan dengan baik.





