CEO Nvidia, Jensen Huang, memberikan saran yang menarik bagi mahasiswa terkait pilihan jurusan kuliah. Menurutnya, dunia teknologi informasi sedang menuju ke arah Physical AI, sehingga ia lebih menyarankan untuk belajar ilmu fisika daripada IT. Huang, sebagai lulusan teknik elektro dari Oregon State University dan memiliki gelar master dari Stanford University, menekankan pentingnya pemahaman fisika dalam menghadapi perkembangan teknologi masa depan.
Dalam wawancara dengan seorang jurnalis, Huang mengungkapkan pandangan pribadinya terhadap arah dunia teknologi informasi dan kecerdasan buatan. Ia menyoroti evolusi AI selama 15 tahun terakhir, dari fase Perception AI hingga Reasoning AI, dan menekankan pentingnya memahami konsep fisika dalam menghadapi gelombang Physical AI yang menjadi arah selanjutnya dalam teknologi kecerdasan buatan.
Sebagai pemimpin Nvidia yang telah sukses membawa perusahaan ini menjadi perusahaan paling bernilai di dunia, Huang membagikan pandangannya mengenai masa depan teknologi AI. Menurutnya, fase Reasoning AI telah membawa AI ke tingkatan berikutnya dengan kehadiran agentic AI yang mampu bernalar dan bekerja layaknya manusia digital. Namun, Huang yakin bahwa gelombang Physical AI yang lebih kompleks akan menjadi fokus utama dalam pengembangan teknologi AI di masa depan.
Dengan penekanan pada pemahaman hukum fisika, konsep gesekan, dan kelembaman, Huang menyoroti betapa pentingnya elemen-elemen fisik dalam pengembangan kecerdasan buatan berikutnya. Ia juga menekankan aplikasi dari penalaran fisik dalam memprediksi hasil, merancang robotika yang canggih, dan mengatasi tantangan kekurangan tenaga kerja melalui otomatisasi pabrik dengan robotika.
Melalui wawancara ini, Huang memberikan pandangan yang mendalam tentang arah teknologi kecerdasan buatan dan kebutuhan akan pemahaman fisika dalam menghadapi tantangan masa depan. Dengan pengalamannya yang luas dalam industri teknologi, Huang berharap agar generasi muda dapat mempersiapkan diri dengan ilmu fisika untuk menghadapi revolusi teknologi yang semakin kompleks di masa depan.




