Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan kepada masyarakat Jawa Tengah terkait potensi bencana hidrometeorologi seperti kekeringan dan hujan lebat pada musim kemarau tahun 2025. Surat dari Balai Besar BMKG Wilayah II menyatakan bahwa setengah dari total 54 Zona Musim di Jawa Tengah telah memasuki musim kemaru pada bulan Juli 2025. Wilayah yang terpengaruh meliputi sebagian besar kabupaten seperti Brebes, Tegal, Banyumas, Cilacap, Kebumen, Purworejo, Klaten, Wonogiri, Blora, dan Demak.
Beberapa wilayah seperti Boyolali, Jepara, dan Wonogiri memiliki status waspada terhadap kekeringan meteorologis, sedangkan Klaten berstatus siaga. Parameter iklim global seperti ENSO dan IOD berada dalam kondisi netral dan diprediksi akan tetap demikian hingga semester kedua tahun 2025. Meskipun demikian, suhu muka laut di perairan Indonesia dari Juli hingga Desember 2025 diprediksi akan cenderung normal hingga anomali positif.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menyatakan bahwa potensi hujan masih ada di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Purbalingga, Banjarnegara, dan Pekalongan masuk dalam kategori waspada terhadap curah hujan tinggi. Hujan lebat juga berpotensi terjadi di dataran tinggi sejumlah wilayah seperti Karangreja, Bojongsari, Batur, Kalibening, dan Paninggaran. Sementara pada tanggal 14-20 Juli, potensi hujan lebat diperkirakan nihil.



