Badai antariksa memiliki dampak signifikan pada teknologi yang kita gunakan sehari-hari, seperti sistem komunikasi dan GPS. Menurut pakar dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Rizal Suryana, badai energi bermuatan dari matahari dapat berdampak hingga ke teknologi sehari-hari. Aktivitas Matahari, geomagnet, dan ionosfer adalah parameter utama dalam memprediksi cuaca antariksa dan perubahan pada parameter tersebut dapat mempengaruhi aktivitas manusia, seperti sistem komunikasi dan navigasi GPS.
Dampak cuaca antariksa juga berdampak pada operasi satelit, sehingga BRIN melakukan pengamatan melalui pendekatan berbasis satelit dan berbasis bumi. BRIN sedang mengembangkan program strategis di bidang sains antariksa, termasuk pengembangan satelit, eksplorasi luar angkasa, dan pemanfaatan data observasi Bumi.
BRIN juga tengah mengembangkan teleskop di Observatorium Nasional Timau, Nusa Tenggara Timur, serta perangkat riset seperti Callisto berbasis software defined radio (SDR) untuk pengamat cuaca antariksa. BRIN juga menyediakan program beasiswa dan magang riset bagi mahasiswa yang tertarik dalam sains dan teknologi antariksa, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem talenta nasional di bidang riset dan inovasi.



